Antara tawakkal dan usaha



tawakkal artinya menyandarkan diri kepada allah SWT dengan iman.
seseorang harus yakin bahwa ia tidak bisa melakukan iman (meyakini, mengikrarkan, dan melakukan amal) tanpa pertolongan dari allah SWT dan itu lah arti sesungguhnya dari tawakkal. karenanya bisa kita pahami bahwa untuk menjadi mukmin itu tidak bisa tanpa pertolongan allah.

beberapa orang terkadang sering sekali salah kaprah dalam mengartikan makna apa itu tawakkal dengan usaha.
mereka berdalih untuk apa mengusahakan sesuatu karena jika sudah takdir pasti terjadi,
padahal tawakkal adalah pekerjaan hati sementara usaha adalah bentuk ibadah.

sesorang yang tawakkal (meyakini bahwa Allah lah sebagai penolong), maka ia akan terus berusaha tanpa henti bahkan ketika ia gagal, karena kegagalannya akan membuahkan amal shaleh.
sebagaimana orang yang berperang dan ikhlas berjihad di jalan Allah, walau ia yakin menang atau kalah telah Allah takdirkan sebagai bentuk ketawakkalannya, tetapi ia tetap harus mengusahakan kemenangan karena itu merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT.
ketika ia menang itu pahala buat dia dan ia pun akan berjaya, tetapi ketika ia kalah ia tetap berpahala atas usaha yang dilakukannya, dan ketika ia gugur maka allah memasukannya ke dalam syurga.

" Berkatalah dua orang laki-laki di antara mereka yang bertakwa, yang telah diberi nikmat oleh Allah, Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya, niscaya kamu akan menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman." (QS. almaidah:23)

"betapa banyak kelompok yang sedikit mengalahkan kelompok yang banyak karena allah" (pemimpin tentara tholut)





meyakini hasil tergantung usaha merupakan sebuah anggapan keliru, dimana seseorang hanya akan menyandarkan takdir pada apa yang mereka usahakan tanpa ada hak Allah didalamnya.
padahal apa yang telah Allah tetapkan sama sekali tidak ada hubungannya dengan usaha manusia.

"orang yang benar-benar bertawakkal adalah orang yang menanam benih dan ia rawat lalu bertawakkal." (umar bin khattab)

tidak ada yang tau akan hasil akhir atau takdir segala sesuatu melainkan Allah SWT bahkan
terkadang Allah menetapkan suatu hal yang tidak saling berkaitan seperti pada hadis:
"pada akhir zaman akan terjadi tanah longsor, kerusuhan, dan perubahan muka. ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW, wahai rasulullah kapankah hal itu terjadi?
Beliau menjawab: apabila telah merajalela musik dan penyanyi- penyanyi wanita." (HR Ibnu majah)

dalam hadis di terangkan bahwa apabila telah merajalela musik dan penyanyi- penyanyi wanita maka hasil akhirnya adalah allah takdirkan tanah longsor, kerusuhan, dan perubahan muka.
lantas apa hubungannya antara musik, penyanyi dapat menyebabkan bencana tanah longsor?
bahkan skaliber BMKG sepertinya tidak dapat menerangkan hal tersebut.
ini bukan soal logika atau tidak, tetapi ini mencakup tawakkal, dengan tidak melakukan perbuatan yang di larang tersebut tersebut kita meyakini bahwa allah maha menetapkan sesuatu yang sudah atau akan terjadi, usaha tidak ada hubungannya dengan takdir tetapi usaha, semata hanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT menuju ketawakkalan.

Referensi:
- ceramah ust ade hermansyah, senin 16/9/2019


algoniaga.com
algoniaga.com