Harta haram tidak hanya RIBA

Pernah terjadi didalam sebuah majelis tepatnya di mesjid tempat saya bekerja di daerah kota sukabumi, ada seorang mantan pegawai bank bertanya kepada ustadz prihal usaha kerjasama dalam beternak ayam yang di gelutinya setelah keluar dari bank, al hasil ternyata ustadz menjawab usaha yang di gelutinya mengandung sistem penghasil harta haram.

"Alih-alih keluar dari sistem riba di bank ternyata malah masuk kepada sistem penghasil harta haram lainnya, akibat kosongnya ilmu setelah hijrah."

"Harta haram bukan hanya riba.."

Hampir seluruh  masyarakat
muslim mengenal apa itu RIBA namun tidak sedikit dari mereka yang tidak tahu prihal inovasi-inovasi riba.
Selain itu tidak sedikit pula umat muslim yang justru tidak tahu tentang sistem penghasil harta haram lain selain riba seperti:
1. Sistem zalim.
2. Sistem gharar.

apakah mereka memang tidak tahu atau justru mereka tahu namun tidak pandai membaca mekanisme dalam sebuah pertukaran/ transaksi, hingga akhirnya masih saja umat terjerumus kedalam sistem penghasil harta haram saat bertransaksi?

Mereka adalah orang yang dimaksud oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu "Barang siapa yang melakukan perniagaan sebelum mempelajari fikih (muamalatkontemporer) dia akan terjerumus ke dalam riba, dia akan terjerumus dan terjerumus". (Sebagaimana dinukil oleh Abu Layts, Tanbih Al Ghafilin, hal. 364)

atau apakah justru mereka memang sudah mulai tidak perduli tentang status hartanya?

Jika ini yang terjadi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda tentang keadaan umat yang seperti ini :
"Akan datang suatu masa, orang-orang tidak perduli dari mana harta dihasilkannya, apakah dari jalan yang halal atau dari jalan yang haram".
(HR Bukhari).

Untuk itu akan lebih baik sekiranya ummat tergerak hatinya untuk mau mempelajari sistem penghasil harta haram seluruhnya seperti:
RIBA, ZALIM, GHARAR
Serta belajar melihat sebuah transaksi/ pertukaran dari sisi mekanismenya bukan dari embel-embel nama syariah atau konvensional sebelum melakukan transaksi atau memulai usaha. Sehingga mampu meminimalisir terjebaknya umat kedalam sistem harta haram terutama terjebak yang ke dua kalinya setelah hijrah.
Perlunya kemudahan akses untuk para ulama, ustadz, dan orang yang paham tentang ilmu muamalah serta lembaga khusus dalam memberikan edukasi prihal urgensi harta haram ini guna penyelamatan roda ekonomi.

Wallahu'alam.

algoniaga.com
algoniaga.com