Apa perbedaan orang yang mendapat laba dari piutang dengan orang yang mendapat laba dari jual beli? - algoniaga.com

Apa perbedaan orang yang mendapat laba dari piutang dengan orang yang mendapat laba dari jual beli?


Apa perbedaan orang yang mendapat laba dari piutang dengan orang yang mendapat laba dari jual beli?
Kan sama-sama laba, malah laba piutang kadang ada yang lebih kecil dari laba jual beli, ko dihukumi haram????

jawab:
yang menjadi priority muamalah sebenarnya bukanlah besaran nilai laba, karna besaran nilai laba tidak di atur berapapun persentasenya, selama tidak terkandung 3 unsur penyebab harta haram.
namun yang jadi priority adalah "mekanisme", ini yang harus di utamakan dan di pahami dalam sebuah muamalah.

"tahukah bahwa hal yang menjadi jiwa kemajuan dunia adalah INOVASI dan INVESTASI tapi mekanisme terkadang dihiraukan ."

cobalah untuk melihat lebih jauh lagi jenis muamalah pada kedua hal tersebut..
sebuah piutang laba jika diinovasikan akan menjadi sebuah kehancuran umat.
lihatlah bunga Bank konvensional, rentenir, pajak sebagai upeti, dll yang kesemuanya adalah inovasi dari mekanisme piutang berlaba yang di sokong oleh investor jahil dan tidak mensejahterakan.
berbeda dengan inovasi jual beli yang memajukan ekonomi rakyat.

lihatlah bagaimana hubungan sex di luarnikah jika di inovasikan akan menjadi freedom sex bahkan LGBT yang berdampak penyakit.
berbeda dengan inovasi pernikahan yang berdampak positif.

itu lah hikmahnya kenapa Allah SWT memberikan sebuah hukuman terhadap mekanismenya yang di langgar oleh manusia.

ada sebuah ilustrasi:
2 orang lelaki bersama pasangan wanitanya,  ke duanya melakukan hubungan senggama dengan pasangannya masing masing.
tapi ternyata salah satu pasangan tadi ada yang belum saling menikah saat bersenggama.
itu artinya pasangan tersebut di hukumi zina dengan hukuman siksa neraka, sementara pasangan yang 1 lagi tidak demikian, karena mereka adalah suami-istri.

mereka melakukan hal yang sama namun status hukumnya menjadi berbeda hanya karena salah satunya sudah melakukan akad menikah!!!

begitu juga 2 orng yang melakukan transaksi, yang 1 transaksi jual beli dan yang 1 melakukan transaksi riba. walaupun nilai labanya sama namun yang riba di ancam perang oleh ALLAH sementara yang 1 insyaAllah di berkahi selama jual belinya halal.

lihat lah disini bagaimana sebuah mekanisme yang benar dalam islam mampu membuat perubahan dan dampak yang sangat besar
itulah kenapa laba pitang yang berapapun nilainya terhadap laba jual beli namun tetap saja haram karena riba yang berdampak negatif jika di INOVASI dan di INVESTASIKAN.

wallahu'alam.

rujukan:
1. ayat 2 riba:
qs albaqarah: 275, 276, 278, 279.
qs ali imran: 130
qs anNisa: 161
qs ArRum: 39

2. Apabila perzinahan dan riba merajalela di suatu negeri, sungguh mereka telah mengundang azab Allah untuk menimpa mereka.” (HR. al-Hakim, menurut Syaikh Al-Albani derajat hadits ini hasan li ghairihi).

3. Selama dalam akad tidak terdapat unsur kezaliman, gharar, dan riba maka akad tersebut sah. (Ibnu utsaimin rahimahullah berkata dalam Almumti', jilid IX, hal. 120.")