Tips mengembangkan usaha - algoniaga.com

Tips mengembangkan usaha

Bismillah....
Buat para infonia kali ini admin mau bagi-bagi info nih, tentang usaha/bisnis/perusahaan yang ingin di kembangkan.
Yaa walaupun admin bukan pengusaha ulung v ga ada salahnya kan berbagi informasi..
Pertama infonia harus tau nih kalo hasil riset Gallup (sebuah lembaga riset yang fokus pada employee engagement-keterikatan karyawan dengan perusahaan) menyatakan, bahwa rata-rata keterikatan dan kepuasan karyawan di Amerika cukup rendah antara 21%-29% dan rata-rata di dunia hanya 13%.
Gimana di indonesia ya??
Coba tanya sama diri infonia yang berstatus karyawan/ti prihal ketertarikan dan kepuasaannya terhadap kantor tempat infonia bekerja. Kalo rendah berarti sama aja kaya riset diatas.
Terlebih lagi untuk kepuasan terhadap reward system selalu berada di kisaran bawah dari seluruh item yang disurvei, dan angkanya tidak lebih dari  20%. Alasan klasiknya adalah bahwa tidak ada yang bisa membuat karyawan puas atas penghasilan, sekalipun a flagship company.
Tuh kan gimana perusahaan mau berkembang hebat kalo ternyata karyawan/ti nya aja uda ga nyaman kaya gitu..
Ini nh yang infonia harus tau, beda banget dengan hasil Akhir tahun lalu (2015) Fortune merilis 100 Best Company To Work For yang bekerja sama dengan Lembaga Great Place To Work Institute (sebuah lembaga yang gemar melakukan riset selama puluhan tahun mengenai tempat kerja yang dianggap paling baik menurut persepsi karyawan).
Metode yang digunakan oleh lembaga riset tempat kerja tersebut, untuk mendapatkan 100 perusahaan terbaik, adalah dengan cara menyurvei seluruh karyawan yang tersebar di belahan bumi Amerika Serikat. Dua pertiga dari nilai perusahaan didasarkan pada hasil trust index karyawan yang di kirim ke sampel acak karyawan dari masing-masing perusahaan.
Survei ini menanyakan yang berkaitan dengan sikap karyawan tentang pengalaman kerja mereka. Sepertiga  lainnya didasarkan pada tanggapan terhadap compliances audit, benefit system, pola komunikasi, training, recognition program, dan managing diversity.
Dan hasilnya salah satu yang menarik adalah sudah lebih dari 6 tahun belakangan masuknya Zappos sebagai pendatang baru di perusahaan yang paling di minati di belahan bumi Amerika, mengalahkan raksasa bisnis yang sudah sekian puluh tahun bertengger seperti Adobe dan Deloitte.
Zappos saat ini mencatatkan profit 97 juta dolar, 77, 9% jump dari tahun 2014. Tidak hanya menjual sepatu saja, tapi saat ini Zappos juga sudah menjual, pakaian, tas, kacamata, jam dan berbagai barang dan pernak-pernik.
Yang menarik untuk kita telisik adalah, apa yang dilakukan Tony Hsieh (CEO ZAPPOS) sehingga mampu membawa Zappos menjadikan perusahaan retail online terkemuka dan menjadi idaman di Amerika serta mengantarkan pada profitable growth yang optimal? Dan pelajaran apa yang kita dapatkan dari praktik manajemen ala Tony Hsieh?
Berdasarkan dari hasil riset terhadap 737 karyawan Zappos, dengan tingkat confidence level (akurasi) 95% dan margin of error +/- 2,59, rata-rata 82% karyawan Zappos mengatakan bahwa tempat kerja mereka adalah luar biasa, 92% mereka merasa tertantang, 94% mereka menyukai iklim kerja, 89% mereka puas dengan sistem rewards, 94% mereka bangga dengan perusahaan, 85% mereka menyukai pola komunikasi yang terbangun dan 84% mereka senang dengan atasan mereka.
Tuh, gimana para infonia? Kontras banget kan ama hasil riset yang pertama tadi, kira-kira apa ya rahasianya?
Hmmmnh.
Ternyata kunci keberhasilan Zappos yang paling fenomenal adalah terletak pada strong corporate culture. Dari corporate culture yang kuat menghasilkan competency, begitu sebaliknya competency akan menunjang culture, sehingga akan menghasilkan orang-orang yang hebat, pelayanan yang luar biasa, lingkungan kerja yang menyenangkan, komunikasi yang hangat, semangat berkembang dan hubungan baik yang terus terjaga. Dan inilah yang selalu di tanamkan Tony Hsieh. Bahwa muaranya ada di Strong Culture.
BUDAYA PERUSAHAAN.
Ini nh ternyata strategi jitu agar usaha/perusahaan/bisnis bisa berkembang (insyaAllah).
Jadi infonia yang berprofesi sbagai karyawan/ti bisa ngusulin nh kepada kantornya gimana budaya yang baik bisa mengubah perusahaan termasuk juga buat infonia yang berwirausaha/pengusaha strategi ini insyaAllah jitu bnget sebagai kekuatan perusahaan tentunya atas peran Allah SWT semua bisa berubah. Jangan lupa juga gaya kepemimpinan yang selalu memberi distribusi agar budaya perusahaan bisa berkembang baik. Jangan bisanya merintah bawahan aja hee
Yauda cukup sekian infonia mudah-mudaha bermanfaat.
Wallahu'alam

No comments:

Post a Comment