Penusukan Wiranto dan bahaya pemberontakan


kamis 10/10/19 tepatnya siang tadi ketika akan meresmikan gedung kuliah di kampus UNMA banten, menko polhukam wiranto mengalami penusukan dibagian perut sebelah kiri oleh seorang jaringan teroris,
hingga media asing pun ramai memberitakan penyerangan tersebut.
menurut budi gunawan kepala BIN, setelah diidentifikasi pelaku penusukan wiranto adalah kelompok JAD bekasi.

apakah peristiwa ini merupakan sebuah bentuk tindak pemberontakan pada pemerintah?




melawan dan menyerang pemerintah yang telah disepakati kaum muslim  merupakan simbol paling besar firqah khawarij bahkan syi'ah rafidhah yang mengatas namakan jihad.
padahal faktanya perbuatan tersebut adalah sebuah tindak memecah belah kesatuan kaum muslim dan mengganggu stabilitas keamanan.
selama pemimpin tidak melakukan dan menetapkan hal yang kufur maka kita dituntut harus taat pada pemerintah.
"kecuali engkau melihat suatu kekufuran yang sangat jelas, yang dapat engkau buktukan disisi Allah". (muttafaq'alaih)

Syaikh Mukbil rahimahullah berkata:
"kami tidak memandang kudeta sebagai jalan untuk membenahi masyarakat. bahkan gerakan tersebut, justru menimbulkan kerusakan dalam masyarakat".

sedikit berkaca pada masa pemerintahan khalifah Umar bin al-Khattab radhiyallahu anhu, dimana gerakan teroris yang merupakan konspirasi yahudi dan persia melakukan pembunuhan oleh Abu Lu'lu'ah al-Majusi terhadap Amirul Mukminin al-Faruq Umar bin al-Khattab radhiyallahu anhu. (al-Bidayah wan Nihayah (VII/111-142).

Semoga Allah SWT menyelamatkan kaum muslimin dari fitnah dan memberi ke amanan  pada pemerintah dan rakyatnya.

Referensi:
- almanhaj
- jawapos
- cnnindonesia
- berbagai sumber

algoniaga.com
algoniaga.com