Riba lebih berbahaya dari pada zina

"Sepasang muda-mudi bukan muhrim tertangkap basah berzina, lalu di hukum dan di permalukan.
tetapi kenapa para pelaku riba tidak di tangkap, dihukum dan dipermalukan juga padahal riba dosanya sama seperti  berzina dengan ibu kandung sendiri??"

begitulah kenyataannya, orang terkadang tidak bisa melihat hakikat sebuah perbuatan, hanya pandai melihat istilah saja.. memang sudah sepantasnya pelaku zina di hukum tetapi kenapa pemakan bunga bank di legalkan padahal bunga bank termasuk riba dan riba yang paling ringan dosanya sama seperti menzinai ibu kandungnya (na'udzubillah).
"diriwayatkan dari Baraa' bin 'Azib radhiyallahu anhu bahwa nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Dosa riba terdiri dari 72 pintu. Dosa riba yang paling ringan adalah bagaikan seorang laki-laki yang menzinai ibu kandungnya." (HR Thabrani)

sedikit saja harta didapat dari hasil riba, maka lebih besar dosanya dari 36 kali berzina.
"sesungguhnya 1 dirham yang didapat oleh seorang laki-laki dari hasil riba lebih besar dosanya di sisi Allah dari pada berzina 36 kali." (HR Ibnu Abi Dunya)




begitu besar dosa para pelaku riba lihat betapa sangat tidak manusiawinya ketika pemberian hutang yang seharusnya sebagai sarana tolong menolong di ganti menjadi bisnis kotor.
- pinjaman harta harus di bayar berlebih walau dengan tambahan fasilitas tetap saja riba.
- bila jatuh tempo pembayaran, harus membayar denda.
- pinjamam modal usaha, setiap bulan harus di cicil bersama bunga, jika telat harus terkena denda.
- Jual beli kredit pun memakai sistem denda selain dari hutang pokok.
banyak sekali inovasi penghasil harta haram terutama riba hingga saat ini yang saking cintanya pada harta tidak perduli akan halal dan haram.
padahal siksa allah sangatlah pedih bagi pelaku riba. (rujuk QS An Nisa: 160-161)

Baca juga: perbedaan sistem riba, laba, dan non-laba

"diawal pertengahan 2011 salah satu bank internasional di indonesia melakukan tidakan kekerasan fisik terhadap salah seorang pemegang kartu kreditnya didalam salah satu ruangan di kantor pusat bank tersebut, dikarenakan pemegang kartu tidak mau membayar bunga yang jauh lebih besar dari perkiraannya..." (buku harta haram muamalat kontemporer hal. 393 )

sampai kapan kita akan tutup mata pada potensi azab ini?

apabila perzinahan dan riba merajalela disuatu negeri, sesungguhnya mereka telah mengundang azab Allah untuk menimpa mereka (HR hakim)


algoniaga.com
algoniaga.com