Apakah kartu discount haram?

Benarkan kartu discount itu haram?

kartu discount atau terkadang oleh beberapa orang disebut kartu member diterbitkan oleh sebuah perusahaan barang/ jasa yang berfungsi memberikan potongan harga, mulai dari potongan harga dengan sistem persentase (10%, 20%, dsb)  hingga potongan harga langsung berupa nilai (2000, 3000,  dsb) atau tidak jarang menggunakan sistem poin.

kartu discount terbagi menjadi 2 tipe:
1. kartu discount yang bersifat umum, dimana perusahaan penerbit kartu discount dan perusahaan dagang mengadakan kerjasama untuk memberikan potongan harga kepada anggota atau pemegang kartu.
2. kartu discount yang bersifat khusus dan diterbitkan langsung dari perusahaan barang/ jasa yang mana pemotongan harganya pun hanya berlaku di toko atau cabang perusahaan tersebut saja.

untuk memdapatkan kartu discount umum ataupun khusus biasanya konsumen harus mendaftarkan diri kepada perusahaan/ toko penerbit dengan membayar iuran kanggotaan, terkadang ada juga tanpa iuran keanggotaan hanya sekedar uang pendaftaran seharga penerbitan kartu saja bahkan adapula perusahaan yang menerbitkan secara cuma-cuma.
ini merupakan bagian dari sebuah strategi marketing yang bertujuan untuk menumbuhkan loyalitas konsumen agar mau kembali berbelanja

Tinjauan syariat:
hukum kartu discount
pada dasarnya pemberian potongan harga adalah hak penjual karena termasuk akad hibah,

ketika untuk mendapatkan kartu discount konsumen harus membayar iuran kanggotaan atau uang jasa maka kartu discount seperti ini haram hukumnya karena mengandung unsur gharar
[Rujuk Majma' Al Fiqhy Al Islami (div fikih Rabithah Alam Islami), dalam rapat tahunan ke-XVIII]

kartu discount dengan iuran atau uang jasa termasuk gharar karena ketidak jelasannya atas jumlah potongan harga yang didapat. jika lebih besar dari jumlah iuran maka konsumen tersebut untung namun jika lebih kecil atau pernah terjadi di sebuah toko bahwa telah berakhir masa berlaku kartu discount namun pemegang kartu tidak pernah menggunakannya sama sekali atau ia menggunakannya namun potongan yang didapat tidak seimbang dengan uang yang dibayar kepada penerbit kartu, maka disini konsumen tersebut rugi dan ini sama juga dengan qimar.
Selain itu akad ini mengandung unsur riba ba'i karena menukar uang pendaftaran atau uang iuran keanggotaan dengan kartu yang di nilai sama dengan uang potongan harga barang/ jasa yang sejenis namun berbeda nominalnya dan tidak tunai.
[Dr. Abdullah As Sulmi, konsultasi syariah www.islamtoday.com tanggal 6-3-1424 H]

adapun kartu member atau kartu discount yang diterbitkan secara cuma-cuma hukumnya adalah mubah berdasarkan [Majma' Al Fiqh Al Islami (divisi fikih OKI), No.127 (1/14) tahun 2003].
tetapi jikalaupun ada uang yang ditarik dari pemegang kartu yang nyatanya dibutuhkan untuk menerbitkan kartu tanpa mengambil keuntungan sama sekali baik jasa perantara atau apapun namanya maka hal ini dapat disamakan dengan penerbitan kartu srcara gratis dan hukumnya pun disepakati oleh para ulama kontemporer boleh.
[Rujuk Harta haram muamalat kontemporer karya Dr. Erwandi Tarmizi, MA. hal: 354]

semoga kita dapat teliti dalam berakad hingga terjauh dari harta haram
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil." (Qs An Nisss:29)

Allahu'alam
algoniaga.com
algoniaga.com