Dibalik hadiah lomba


siapa yang tidak bergembira ketika mendapat hadiah usai memenangkan sebuah perlombaan, terlebih perlombaan tersebut adalah event yang sangat bergengsi di mata kebanyakan orang?
namun taukah, di balik itu ternyata status hadiah lomba tidak semua di halalkan dalam agama islam.

karena faktanya islam membagi perlomaan itu menjadi tiga bagian,
1. lomba yang sangat di anjurkan, seperti: pacu kuda, pacu unta, memanah.
di terangkan dalam hadits riwayat ahmad dan baihaqi bahwa "Rasulullah SAW membuat pacuan kuda dan memberi hadiah pemenangnya."
(dishahihkan oleh Al-Albani).

juga diriwayatkan dari anas bin malik ra ia berkata, " Rasulullah SAW memiliki unta yang diberi nama 'Adhba. unta beliau tidak terkalahkan dalam setiap pacuan"(HR. Bukhari).

Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan kepada ummatnya untuk memanah
 "memanahlah, saya bersama semua kelompok!" (HR. Bukhari).

lomba-lomba tersebut adalah lomba yang sangat di butuhkan dalam islam terutama untuk keahlian melawan musuh dan sangat di anjurkan, bahkan dalam hadist di atas Rasulullah SAW memberikan hadiah kepada pemenang lomba.
jadi seandainya lomba yang selenggarakan adalah seperti lomba di atas atau pengkiasan dari perlombaan tersebut maka insyaAllah tidak mengapa pemenang mendapat hadiah lomba.

2. lomba yang di bolehkan namun haram berhadiah seperti game kebugaran tubuh/ fikiran.
dalam hadits di sebutkan  bahwa
 "segala hal permainan adalah BATIL, kecuali memanah, melatih kuda, bercanda dengan anak dan istri."
(HR Ahmad. sanadnya dihasankan oleh Arnauth).
artinya segala bentuk permainan atau lomba adalah batil kecuali termasuk kategori yang telah di uraikan pada poin pertama, karnanya memberi hadiah untuk sesuatu yang batil adalah haram.

3. lomba yang jelas keharamannya
"para ulama dunia islam yang bergabung dalam Al Majma' Al fiqhy Al Islamy( divisi fikih Rabithah Alam Islamy), yang bersidang di mekkah pada th 1987 memutuskan:
tinju, gulat BEBAS, matador, adu hewan adalah HARAM.
yang berarti bahwa lomba-lomba yang berpotensi mencelakakan adalah sebuah tindak kezaliman besar sebagimana dalam QS Al Baqarah: 195 dan QS An Nisaa': 29, bahwa Allah SWT menganjurkan untuk tidak berbuat zalim kepada sesama manusia juga diri sendiri.

selain itu, sistem pemberian hadiah pun sangat berpengaruh akan halal-haramnya hadiah tersebut.



1. jika hadiah lomba di peroleh dari hasil patungan peserta.
maka dalam hal ini adalah haram bagi pemenang lomba mendapat hadiah walaupun jenis lomba adalah lomba yang di anjurkan, karena sistem hadiah seperti ini sama seperti judi.

2. jika hadiah di peroleh dari pihak ke tiga atau sponsor dan jenis lomba adalah lomba yang di anjurkan
allahu'alam maka ini di perbolehkan sebagaimana
"Rasulullah SAW membuat pacuan kuda dan memberi hadiah pemenangnya."
(dishahihkan oleh Al-Albani).

3. jika hadiah di peroleh dari pihak ke tiga atau sponsor namun jenis lomba adalah lomba yang mubah,
maka haram bagi pemenang untuk menerima hadiah tersebut sebagai mana sabda Rasulullah Saw "segala hal permainan adalah BATIL, kecuali memanah, melatih kuda, bercanda dengan anak dan istri."
(HR Ahmad. sanadnya dihasankan oleh Arnauth).

sangat aneh memang ketika kita mendengar sesuatu hal yang sudah biasa dilakukan, lalu tiba-tiba datang sebuah keterangan yang dijelaskan dalam alquran dan hadits dan di sampaikan oleh seorang alim ulama bahwa kebiasaan tersebut adalah haram
namun sebagai orang yang di anjurkan untuk beriman secara penuh maka insyaAllah akan di mudahkan segala urusan ketika kita mengutamankan apa yang telah Allah SWT tetapkan.


algoniaga.com
algoniaga.com