Bolehkah karyawan mendapat uang tips dari konsumen?



para perkerja yang telah di gaji oleh pihak perusahaan negeri ataupun swasta sejatinya harus berlaku amanah kepada perusahaan yang memberinya upah, salah satunya dengan cara tidak merusak kepercayaan perusahaannya.
tidak jarang beberapa dari mereka menerima hadiah, tips, atau tanda terima kasih dalam bentuk apapun dari penerima jasa tanpa diketahui oleh pihak yang mempekerjakannya, seperti dari yang masih berstatus murid kepada guru, pembayar pajak kepada pemungut pajak, suplier kepada karyawan order, dari konsumen kepada pramuniaga, dll dari pengguna jasa kepada yang memberi jasa sementara pemberi jasa adalah orang yang di gaji oleh pihak yang mempekerjakannya.

sabda Nabi shallallahu'alaihi wa sallam:
" Barang siapa yang kami angkat untuk melakukan sebuah pekerjaan, kami akan memberinya gaji yang cukup, maka apapun yang dia terima (hadiah) setelah itu di anggap ghulul (menggelapkan harta, termasuk juga korupsi)." (HR. Abu Daud dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani).

untuk itu perbuatan mengambil hadiah, tips, tanda terima kasih atau apapun itu sebagai balas jasa dari penerima jasa kepada pemberi jasa padahal pemberi jasa sudah di gaji oleh perusahaan yang menggajinya merupakan sebuah perilaku yang tidak terpuji bahkan termasuk kedalam penggelapan harta atau korupsi.

semoga kita dapat selalu bersyukur dengan apa yang didapat dengan menjauhi prilaku korupsi.
adapun jika ingin penghasilan tambahan ada baiknya ditempuh dengam cara yang legal seperti merintis usaha sampingan.






wallahu'alam

Rujukan:
- Buku Harta haram muamalat kontemporer karya Dr. Erwandi Tarmizi, MA
- Foto by google
algoniaga.com
algoniaga.com