Tips mengatasi toko yang sedang sepi

Pernah kah kita memperhatikan sebuah pabrik disaat masa-masanya jam kerja (sekitar jam 9-11)?
maka sadar atau tidak kita akan dapati beberapa atau justru kebanyakan pabrik gerbangnya pasti tertutup rapat seolah tidak ada apapun didalamnya, seperti hanya yang berkepentingan saja yang boleh masuk, padahal didalam sangat ramai dan sibuk!!!
atau sesekali mungkin ada yang bertanya "itu pabrik apa? atau, pabrik itu tuh bikin apa sih?".
sebenarnya dalam usaha manufaktur hal seperti itu adalah wajar, karena sifat usahanya yang memang tertutup juga tidak adanya pengetahuan tentang pabrik untuk di ekspos begitu saja ke publik sehingga menjadikan tertutup dari umum.
Lalu apa hubungannya dengan toko yang sedang sepi pengunjung?
kita cermati dengan seksama, toko yang sedang sepi sebenarnya wajar (syarat dan ketentuan berlaku), namun pernahkah kita melihat toko sebelah (kompetitor) apakah mereka lebih ramai dari kita atau tidak?
jika jawabannya sama maka mungkin kondisinya memang sedang seperti itu, tapi....
bagaiamana kalo ternyata toko sebelah itu justru lebih rame??
maka itu artinya ada hal yang telah mereka lakukan dan kita tidak miliki itu, padahal kita tahu bahwa karyawan kita sudah kerja keras di dalam toko untuk menaikan omset namun tokonya sepi.
yang lebih parah lagi malah masih banyak orang yang tidak tau toko kita..
persoalannya kita ini toko retail yang syarat akan keramaian pengunjung atau justru tanpa sadar toko kita telah mengadopsi gaya pabrik yang tertutup dari luar namun kerja keras di dalam?
Lalu apa yang harus di lakukan?
beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan seorang konsumen yang menceritakan bahwa toko X menjadi sponsor dalam acara yang di adakan di daerah perumahannya.
lalu jauh sebelum itu saya dan istri saya berkunjung ke toko swalayan Y dan mendapati disana sebuah barang dengan discount yang lumayan besar asalkan kita menjadi anggota member, karna tergiur kami pun memutuskan untuk menjadi anggota member (biar dapet discount) dengan pendaftaran gratis, namun ada yang unik disini, ternyata discount bukan hanya berlaku di tokonya saja ternyata merchand member tersebut juga berlaku di perusahan lain yang bekerja sama dengan toko swalayan y. (wow untungnya berlipat dan gratiis).
coba perhatikan lagi secara seksama semua pengalaman saya di atas, sebenarnya apa yang toko X mau hingga bersedia menjadi sponsor dalam sebuah acara di daerah perumahan konsumen tadi?
juga apa yang sedang toko swalayan Y itu lakukan hingga mau memberikan fasilitas member  secara gratis dengan keuntungan yang begitu banyak?
ternyata alhamdulillah kalo di pelajari barulah paham apa yang mereka lakukan itu tidak lain adalah sebuah pemanfaatan dari goodwill.
Goodwill adalah harta yang tidak terwujud yang berpotensi mendatangkan laba, contohnya adalah; Merek dagang, tempat yang strategis, managemen yang baik dll.
Toko X memanfaatkan merek dagangnya sebagai sponsor salah satu tujuannya agar orang banyak tau bahwa toko mereka ada dan bagus begitupun toko swalayan Y yang memanfaatkan keahliannya dalam membuat fasilitas hebat bagi konsumen, semuanya tidak lain secara tidak langsung agar toko mereka ada dalam list atau daftar tempat yang harus di kunjungi konsumen saat ingin berbelanja, kalo sudah begitu atas kehendak Allah SWT maka tinggal di tunggu kedatangan para konsumen ke toko dilanjutkan dengan pelayanan-pelayanan yang hebat.
apakah toko kita sudah melakukan inovasi itu?
tidak perlu meniru tetapi cobalah untuk memanfaatkan potensi yang sama dengan inovasi yang berbeda, karena jika meniru mungkin kita akan kalah, setidaknya coba untuk memyeimbangkan pelayanan dari luar sebagai usaha mengundang konsumen ke toko dan dari dalam dengan pelayanan-pelayanan yang baik.
wallahu'alam


algoniaga.com
algoniaga.com