Memperingati HUT RI? - algoniaga.com

Memperingati HUT RI?





Bagaimana hukum memperingati HUT RI??
Wallahu'alam...
apakah maksud dari memperingati itu sama seperti 'id (hari raya) atau tidak?
jika memperingati itu sama seperti hari raya.
(hari 'id adalah hari yang berulang dalam kurun waktu satu tahun)
dalam hal ini pada awal Nabi SAW datang ke madinah, penduduk madinah biasa merayakan hari Nairuz dan Mihrajan. Namun kedua perayaan tersebut Nabi SAW larang.
"Sesungguhnya Allah SWT telah menggantikan untuk kalian dua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu hari Adlha dan hari Fithri."  (Sunan abi dawud kitab as-shalat bab shalat al-'id-ain no. 1136 dan sunan an-Nasa'i kitab shalat al-'idain no. 1567).
Ket:
Hari Nairuz= hari tahun baru hijriah versi arab
Hari mihrajan= hari pertengahan tahun
itu artinya secara tidak langsung setiap hari raya selain dua hari raya (yaitu hari adlha dan hari fithri) telah dilarang oleh Nabi SAW selain itu, ini merupakan bentuk meniru kebiasaan kaum kafir.
jika memperingati itu tidak sama dengan hari raya. (hanya mengingatkan kembali saja)
mengingat suatu hal yang penting, termasuk urusan dunia yang mubah hanya saja yang perlu di tekankan disini adalah tidak boleh adanya keterikatan waktu yang membuatnya seperti perayaan, ataupun pengkultusan terhadap makhluk dalam mengingat suatu hal tersebut karena sejatinya fungsi dari memperingati adalah mengambil nilai manfaat dari suatu kejadian yang telah lampau.
mengisi peringatan HUT RI dengan perlombaan.
sudah menjadi tradisi di kita mengisi HUT RI dengan berbagai perlombaan atau terkadang disebut pesta rakyat, namun tahukah bagaimana islam memandang permainan atau perlombaan?




secara garis besar permainan/ perlombaan terbagi menjadi tiga sifat:
1. masyru' (dianjurkan), bahkan kalo ada hadiahnya pun diperbolehkan.
2. mubah (boleh) namun tidak boleh dapat hadiah.
3. haram walaupun bukan judi.
1. masyru' (dianjurkan), seperti;
-pacu kuda
 "dalam riwayat ahmad dan baihaqi bahwa Rasulullah SAW membuat pacuan kuda dan memberi hadiah pemenangnya. (dishahihkan oleh Al-Albani)."
-Pacu unta
 "diriwayatkan dari anas bin malik ra ia berkata, Rasulullah SAW memiliki unta yang diberi nama 'Adhba. unta beliau tidak terkalahkan dalam setiap pacuan............. (HR. Bukhari)."
-memanah
 ".......memanahlah, saya bersama semua kelompok! (HR. Bukhari)."
2.mubah (boleh), seperti;
- game kebugaran tubuh/ fikiran
 "segala hal permainan adalah BATIL, kecuali memanah, melatih kuda, bercanda dengan anak dan istri. (HR Ahmad. sanadnya dihasankan oleh Arnauth)."
3.haram, seperti;
-adu hewan
"para ulama dunia islam yang bergabung dalam Al Majma' Al fiqhy Al Islamy ( divisi fikih Rabithah Alam Islamy) yang bersidang di mekkah pada th 1987 memutuskan:
tinju, gulat BEBAS, matador, adu hewan adalah HARAM.
rujuk QS Al Baqarah: 195, An Nisaa': 29."
kenyataan yang terjadi dalam perlombaan HUT RI tidak lah seperti perlombaan yang dianjurkan oleh syariat, bahkan lebih dekat seperti hari raya.

untuk itu agar lebih menenangkan hati, perayaan yang diisi oleh pesta rakyat ini ada baiknya di tinggalkan agar tidak terjerumus kepada haramnya hari raya selain hari adlha dan hari fithri juga terhindar dari perlombaan yang diharamkan.

sejatinya hari kemerdekaan adalah hari dimana ummat merasa bebas mengerjakan syariat tanpa dibumbui isu sara.





Foto: google